Pages

Rabu, 18 Mei 2011

Pemain Asing ISL Kuat

Musim ini di Liga Super Indonesia arus perpindahan pemain asing semakin kencang. Apalagi ditambah dengan kebijakan kouta pemain 3+2 = 3 pemain non Asia dan 2 Pemain Asia, maka musim ini kita lihat banyak sekali pemain Asia bermain di Liga Indonesia. Namun tak semuanya berhasil beradaptasi dan meraih “cinta” para suporter. Berikut ini para debutan asing yang bersinar di Liga Indonesia.

1. Noh Alam Shah Bin Kamerazaman ( Arema Indonesia )

Striker oportunis asal Singapura ini layak disebut debutan yang sukses. Pemain dengan gaya permainan ulet, mengandalkan fisik, tangguh dalam duel udara, dan kecepatan ini, telah mencatat 12 gol untuk Arema Indonesia. Diplot sebagai striker tunggal Along, panggilan akrab, Noh, sukses mengemban tugas sebagai goal getter Arema. Mantan pemain Tampines Rover dan juga andalan Timnas Singapura ini, menyebut bahwa atmosfer Liga Indonesia merupakan salah satu faktor yang menarik minatnya bermain di Indonesia.

2. Moh. Ridhuan ( Arema Indonesia )

Pemain sayap andalan Singapura ini mengikuti jejak Noh bergabung dengan Arema Indonesia. Ridhuan langsung “nyetel” dengan gaya permainan Liga Indonesia. Posisinya disayap kanan Arema tak tergantikan. Selalu menjadi andalan pelatih Robert Rene Adler, Ridhuan konsisten dengan kontribusi assist, baik melalui kepala atau kaki, dan juga cakap mencetak gol. Sejauh ini 3 gol berhasil dicetaknya.

3. Suchao Nunchnum ( Persib Bandung )

Walau hanya berstatus pinjaman dari klub TOT Thailand, Tapi Suchao berhasil memikat hati bobotoh dari awal penampilannya. Gol pertamanya dicetak saat melawan Pelita Jaya. Gelandang yang tidak kenal lelah ini, sukses memainkan peran playmaker dikubu Persib. Kembalinya Suchao ke Thailand karena habis masa pinjaman, disesali oleh para bobotoh.

4. Dzumafo Herman ( PSPS Pekanbaru )

Pemain asal Kamerun ini datang ke PSPS Pekanbaru sejak 2007. Musim ini adalah penampilan perdananya di Liga Super Indonesia seiring PSPS promosi. Dzumafo adalah pemain kunci PSPS. Berduet dengan M.Isnaini, Dzumafo adalah ancaman pertahanan lawan. Sejauh ini telah mencetak 11 gol.

5. Kenji Adachihara ( Bontang FC )

Pemain Jepang mantan penyerang Albirex Niigata FC di Liga Singapura ini, sempat meragukan diawal – awal penampilannya. Gaya permainan yang sekilas terlihat malas menjadi salah satu faktor. Pemain dengan gaya oportunis ini lambat laun mulai menjawab kepercayaan pelatih Fachri Husaini. Torehan 11 gol adalah buktinya.

6. Takatoshi Uchida ( Persebaya Surabaya )

Kostum Hijau

Pemain yang juga berasal dari Albirex Niigata Fc ini, seakan menjadi sosok tak tergantikan dilini belakang Persebaya, hampir selalu bermain dalam setiap pertandingan Persebaya. Keunggulan fisiknya menjadikan dia sulit dilewati pemain lawan.

Tidak ada komentar: