Pages

Minggu, 23 Desember 2012

The Master Season 5 , 9 Kandidat Profil , Kelebihan dan Kekurangan


Bagaimana penampilan para peserta The Master Season 5 di atas panggung hari Jumat tanggal 2 November lalu? Berikut analisa dari tim Wikumagic dan komentar terpilih dari para pembaca Wikumagic yang memberikan nilai dari 1 sampai 10 kepada para kontestan.

Galih Montana 



Galih mendapat giliran pertama untuk tampil. Ia memainkanstage illusion yang mungkin bisa disebut "Hi-Tech Illusion", memanfaatkan alat-alat canggih untuk menampilkan efek yang memukau.  Galih juga menggabungkan ilusinya dengan Tari Kecak, tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Bali.


Kelebihan :
-  Penampilan yang rapi, secara personal saya sangat menikmati aksi dari Galih Montana

Kekurangan :
-  Efek yang ditampilkan dianggap "itu-itu saja", mungkin penonton merasa bosan karena sudah terlalu sering melihat pertunjukan sulap dengan efek seperti yang ditampilkan oleh Galih.  Bahkan ada beberapa yang menganggap posisi Galih tidak aman dan pantas tereliminasi.  Para juri juga menilai Galih masih sering membelakangi penonton.



Bow Vernon



Tampil setelah Galih, Bow Vernon berhasil menunjukkan bahwa ia adalah seorang kandidat kuat calon pemenang The Master Season 5.  Ia menunjukkan permainan pickpocket dengan bantuan 2 orang sukarelawan, memanfaatkan berbagai properti seperti semangka, jam tangan, dompet, dan sebagainya.  Di akhir acara, Bow berhasil memenuhi tantangan Master Deddy Corbuzier, yaitu mencopet kaus kaki penonton di atas panggung.

Kelebihan :
-  Sangat menghibur.  Bow Vernon menunjukkan kemampuan skill yang sangat tinggi.  Setiap aksi yang ia tunjukkan membuat penonton bertepuk tangan dan tertawa lebar.

Kekurangan :
-  Show yang ditampilkan dianggap hampir sama dengan show minggu lalu, minim variasi.  Ditakutkan jenis permainan yang dibawakan Bow akan menjadi monoton dari minggu ke minggu.





Jennifer Aiko



Mentalist wanita ini memainkan sebuah stage mentalism yang memiliki makna sangat kuat.  Ia membawakan show yang bertemakan cinta, di mana di akhir pertunjukan Jennifer menunjukkan sebuah pemberian berharga dari mantan pacarnya yang sudah meninggal dunia, berupa cincin perak dan surat yang dibacakan di atas panggung.  Satu kata-kata yang cukup berkesan darinya :  

Kelebihan :
-  Makna pertunjukan yang sangat bagus, membuat para penonton merasa sangat tersentuh.  Selain itu Jennifer juga memiliki kemampuan berbicara di atas panggung yang sangat baik, bahkan menurut saya yang terbaik jika dibandingkan dengan kontestan wanita The Master season sebelumnya.

Kekurangan :
-  Dianggap membosankan dan terlalu bertele-tele.  Selain itu secara teknik masih kurang, dan Master Romy bahkan menyebut Jennifer sebagai "karbitan Master Deddy" karena cara dan pola berbicaranya yang sangat mirip dengan master mentalist Indonesia nomor satu tersebut.





Mbah Gimbal



Kontestan yang berpenampilan seram ini menunjukkan bahwa ia bisa tampil lebih ekstrim dari Limbad.  Mbah Gimbal memainkan 4 fakir magic secara berturut-turut.  Melwati rintangan bola api, berjalan dia atas bara dan kaca, menaiki tangga yang terbuat dari golok tajam, dan menjatuhkan diri ke atas pagar yang terbuat dari lampu neon, semuanya dilakukan dengan mata tertutup.  Ia menampilkan konsep yang cukup menarik, menghibur, dan menegangkan.

Kelebihan :
-  Ide yang sangat kreatif, menggabungkan 4 rintangan maut dalam satu pertunjukkan dan membuat rintangan tersebut menjadi suatu rangkaian yang harus ditempuh oleh Mbah Gimbal.  Lebih ekstrim dan mematikan.  Mbah Gimbal menunjukkan bahwa ia mampu menjadi calon kuat pemenang The Master 5 sekaligus menumbangkan Limbad dari posisinya sebagai The Master of Extreme Magic di Indonesia.

Kekurangan :
-  Hanya ada sedikit kekurangan secara teknis yang tidak tampak dan tak terlalu mempengaruhi penampilan mbah Gimbal secara keseluruhan.  Yang pertama adalah judul "Misteri Rintangan Maut" yang menurut Master Deddy terlalu kekanak-kanakan.  Yang kedua mungkin adalah penggunaan blindfold yang terlalu berlebihan (3-4 rangkap), sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk memasang semua blindfold tersebut.


Rynku Viceroy



Menunjukkan skillnya dalam hal "dice stacking", yaitu menyusun 4 dadu menjadi satu tumpukan dengan cara mengocoknya di dalam gelas. Rynku mengakhiri permainannya dengan memunculkan dadu berukuran besar di akhir show-nya.  Ia juga berhasil memenuhi tantangan Master Deddy untuk melakukan dice stacking di atas gelas transparan, berjalan dari posisinya di atas panggung ke meja juri, dan ia berhasil melakukannya dengan sukses.


Kelebihan :
 -  Jelas sekali Rynku memiliki tangan yang cepat dan sangat terampil.  Dice Stacking adalah suatu seni yang dipelajari dalam waktu yang tidak sebentar dan memiliki resiko kegagalan yang sangat tinggi (dadu jatuh, tidak tersusun, dan sebagainya).  Keberhasilannya memenuhi tantangan Master Deddy meningkatkan nilai Rynku sebagai kontestan berkali kali lipat lebih tinggi di mata para penonton.  Sepintas, ekspresinya saat menghadapi tantangan dari Deddy Corbuzier juga mengingatkan saya pada Joe Sandy saat ia menghadapi tantangan "Knight Tour Chess" dari sang Master.

Kekurangan :
 -  Penjelasan permainan yang kurang jelas di awal, sehingga membuat para juri (dan mungkin para penonton) bingung.  Selain itu, ada beberapa pihak yang menganggap bahwa efek yang ditampilkan Rynku "kurang magis" untuk ditampilkan di panggung The Master.





Wind Acemonte



Memainkan rutin close-up dengan koin.  Mulai dari "Coin Across", koin menembus meja, dan beberapa efek lainnya.  Semuanya dimainkan dalam satu gerakan yang smooth, efisien, dan sangat bersih.

Kelebihan :
-  Penampilannya ini menunjukkan kualitas Wind sebagai seorang magician yang sangat lengkap.  Selain stage, ia juga mampu menunjukkan permainan close-up yang sangat rapi, membuktikan bahwa kecepatan tangan dan skillnya adalah dua hal yang bisa menjadi ancaman bagi rivalnya di The Master.  Ini adalah salah satu faktor yang menurut saya harus dimiliki oleh seseorang yang bisa mewakili Indonesia di panggung sulap internasional.

Kekurangan :
-  Secara teknik, tidak ada.  Mungkin hanya beberapa efek di awal yang dimainkan terlalu cepat sehingga penonton kurang bisa menikmati momen magisnya.  Satu lagi, jika dibandingkan dengan show beberapa kontestan lain, mungkin penampilan Wind yang dibawakan saat itu terkesan "biasa saja".




Oge Arthemus



Oge membawakan sebuah escapology show, di mana ia diborgol di atas papan yang bergerak menuju sebuah gergaji listrik.  Bermodalkan sebuah lockpick, Oge harus bisa membuka semua kunci yang mengikatnya di atas papan.  Jika gagal, maka tubuhnya akan terbelah menjadi dua.

Kelebihan :
-  Sangat menegangkan dan dramatis.  Fakta bahwa tantangan ini disiapkan langsung oleh Master Deddy membuat pertunjukan makin terasa mencekam.  Oge harus berlomba dengan waktu, di mana nyawanya sendiri dipertaruhkan.  Mungkin bisa disebut sebagai salah satu show terbaik malam itu.

Kekurangan :
-  Hanya sedikit bias, di mana pembawa acara dan Deddy Corbuzier menyebutkan Oge hanya punya waktu 2 menit untuk melepaskan diri sebelum gergaji listrik membelah tubuhnya menjadi dua.  Faktanya, berdasarkan timer yang saya jalankan, Oge memerlukan waktu kurang lebih 4 menit sejak papan mulai dijalankan untuk melepaskan diri dari belenggu.



Heri van Deso



Dengan keluguan dan gayanya yang polos, Heri memainkan beberapa rutin sulap tradisional.  Ia bahkan membawa Deddy Corbuzier dan Romy Rafael ke atas panggung untuk membantunya memainkan salah satu rutin.

Kelebihan :
-  Heri bisa membuat penonton tertawa, walaupun mungkin lebih tepat jika dikatakan ia "ditertawakan" oleh penonton.  Memberikan atmosfer yang sangat berbeda pada penonton setelah pertunjukan Oge Arthemus yang sangat menegangkan.

Kekurangan :
-  Secara skill sulap dan kualitas permainan yang dibawakan, sangat kurang sekali.  Bahkan ada beberapa performance yang jelas sekali terlihat triknya.  Ia diselamatkan oleh keluguan dan originalitasnya yang membuat penonton terhibur, walau hal ini juga tidak bisa mencegah hujan kritik yang berdatangan menyerangnya.





Paul Debrazzo


Tampil sebagai kontestan terakhir, Paul juga menunjukkan kebolehannya dalam hal escapology.  Kali ini, ia memenuhi tantangan langsung dari Romy Rafael.  Paul harus melepaskan diri dari gembok yang mengikatnya dalam waktu 2 menit.  Jika gagal, maka beban seberat 350 kg akan jatuh menimpanya.

Kelebihan :
-  Paul berhasil memenuhi tantangan dengan sukses.  Permainan yang ia bawakan juga menegangkan dan membuat penonton menahan nafas.  Jujur, saya sendiri benar-benar terhanyut menyaksikan aksi Paul hingga lupa mengambil screenshot untuk artikel ini.  Improvisasi pertunjukan, di mana ia menggunakan sabuknya untuk membuka kunci terakhir juga patut dipuji.

Kekurangan :
-  Ekspresi Paul yang "datar" sehingga efek yang ia bawakan terkesan kurang dramatis (apalagi jika dibandingkan dengan aksi Oge Arthemus yang membawakan efek serupa).  Hal ini juga sempat disinggung oleh Deddy Corbuzier di komentarnya.



THANK YOU FOR ATTENTION
KELVIN PODIMAN
2263591E
087793812029
JUAL BB,LAPTOP,IPAD
TQ

Tidak ada komentar: